WAKTU menunjukkan Pukul 03.30 pagi, udara dingin sangat terasa walau setelan long jhon berlapis jaket tebal setia menemani sejak kemarin. Tercatat dalam altimeter angka 2115 diatas permukaan laut (dpl), suhu udara malam bertengger diangka 10an derajat, angka ini bisa jauh lebih rendah saat musim panas.
Jam menunjukkan pukul 04.00, setelah selesai menunaikan ibadah. Kami bergegas menuju kendaraan dengan penggerak empat roda yang sudah terparkir diluar penginapan. Ya, dua Jeep LandRover tahun 70an a.k.a Hardtop sudah siap membawa kami mengejar mentari pagi di Pananjakan.
20an menit perjalanan dari tempat kami menginap adalah waktu tempuh standar menuju lokasi berketinggian sekitar 2500an dpl tersebut. Tentunya kami tak sendirian, disepanjang jalur menuju Pananjakan ratusan orang sudah ramai berbaris dan mencari titik terbaik mengabadikan momen singkat saat ‘sunrise’.
Pananjakan memang menjadi spot favorit bagi pecinta fotografi, lukisan Ilahi yang terpampang didepan mata membuat takjub luarbiasa, sontak kalimat ‘Subhanallah’ meluncur dari lisan yang hina ini, sungguh karya sang Maha Kuasa atas ciptaan-Nya membuat kami sadar bahwa ber-Syukur atas semua karunia & nikmat yang telah diberikan adalah sebuah kewajiban tak terbantahkan.












Mantab
wow keren-keren photonya.
Kamera pake apa bro?
Saya hanya menggunakan BB
Wakakakaka…
BB?
BB yang tipe apa nih mana nih?
Kok bisa ganti² lensa…